Rabu, 18 April 2012

ZIKIR


Dari Syeikh Abdul Qadir Jailan

ZIKIR

Allah Yang Maha Tinggi menunjukkan jalan kepada para pencari supaya mengingati-Nya: “Dan hendaklah kamu sebut Dia sebagaimana Dia pimpin kamu. (Surah Baqaraah, ayat 198).
Ini bermakna Pencipta kamu telah membawa kamu ke peringkat kesedaran dan keyakinan yang tertentu dan kamu hanya boleh mengingati-Nya menurut kadar keupayaan tersebut. Nabi s.a.w bersabda, “Ucapan zikir yang paling baik adalah yang aku dan sekalian nabi-nabi bawa, itulah kalimah “La ilaha illa Llah”.

Terdapat berbagai-bagai peringkat zikir dan masing-masing ada cara yang berlainan. Ada yang diucap dengan lidah secara kuat dan ada pula yang diucapkan secara senyap, dari lubuk hati. Pada peringkat permulaan seseorang perlu menyebutkan ucapan zikirnya dengan lidahnya secara berbunyi. Kemudian peringkat demi peringkat zikir mengalir ke dalam diri, turun kepada hati, naik kepada roh dan seterusnya pergi semakin jauh iaitu kepada bahagian rahsia-rahsia, pergi lagi kepada yang lebih jauh iaitu bahagian yang tersembunyi sehinggalah kepada yang paling tersembunyi daripada yang tersembunyi. Sejauh mana zikir masuk ke dalam, peringkat yang dicapainya, bergantung kepada sejauh mana Allah dengan kemurahan-Nya membimbing seseorang.

Zikir yang diucapkan dengan perkataan menjadi kenyataan bahawa hati tidak lupa kepada Allah. Zikir secara senyap di dalam hati adalah pergerakan perasaan. Zikir hati adalah dengan cara merasakan di dalam hati tentang kenyataan tentang keperkasaan dan keelokan Allah. Zikir adalah melalui pancaran cahaya suci yang dipancarkan oleh keperkasaan dan keelokan Allah. Zikir pada tahap rahsia ialah melalui keghairahan (zauk) yang diterima daripada pemerhatian rahsia suci itu. Zikir pada bahagian tersembunyi membawa seseorang kepada: “Di tempat duduk yang hak, di sisi Raja Agung yang sangat berkuasa”. (Surah Qamar, ayat 55). 

Zikir peringkat terakhir yang dipanggil khafi al-khafi – yang paling tersembunyi daripada yang tersembunyi – membawa seseorang kepada suasana fana diri sendiri dan penyatuan dengana yang hak. Dalam kenyataannya tiada sesiapa kecuali Allah yang mengetahui keadaan orang yang telah masuk ke dalam alam yang mengandungi semua pengetahuan, kesudahan kepada semua dan segala perkara.“Dia mengetahui rahsia dan yang lebih tersembunyi”(Surah Ta Ha, ayat 7).

Bila seseorang telah melepasi tahap zikir-zikir tersebut suasana jiwa yang berlainan seolah-olah roh lain lahir dalam diri seseorang. Roh ini lebih tulen dan seni daripada roh-roh yang lain. Ia adalah bayi kepada hati, bayi kepada hakikat. Ketika dalam bentuk benih bayi ini mengajak dan menarik orang lain untuk mencari dan menemui yang hak. Setelah ia lahir bayi ini menggesa orang lain supaya mendapatkaan Zat Allah Yang Maha Tinggi. Roh baharu ini yang dinamakan bayi kepada hati dan juga benih serta keupayaannya tidak terdapat pada semua orang. Ia hanya terdapat pada orang mukmin yang tulen. “Dia jualah yang tinggi darjat-Nya, yang memiliki arasy. Dia kirim roh dari perintah-Nya kepada sesiapa yang Dia kehendaki:. (Surah Mukmin, ayat 15). 

Roh khusus ini dihantar daripada makam Yang Maha Perkasa dan diletakkan di dalam alam maya yang nyata di mana sifat-sifat Pencipta menyata pada penciptaan, tetapi roh ini adalah kepunyaan alam yang hak. Ia tidak berminat dan tidak memperdulikan apa sahaja melainkan Zat Allah. Nabi s.a.w bersabda, “Dunia ini tidak disukai dan tidak dihajati oleh orang yang inginkan akhirat. Akhirat pula tidak dihajati oleh orang yang inginkan dunia, dan ia tidak akan diberi kepada mereka. Tetapi bagi roh yang mencari Zat Allah dunia dan akhirat tidak menarik perhatiannya” . Roh untuk yang hak. Orang yang memilikinya akan mencari, menemui dan bersama Tuhannya.

Apa saja yang kamu buat di sini zahir kamu mestilah menurut jalan yang lurus. Ia hanya mungkin dengan mengikuti dan mematuhi serta memelihara peraturan dan hukum agama. Untuk berbuat demikian seseorang haruslah menyedari, mengingati Allah malam dan siang, zahir dan batin, berterusan. Bagi mereka yang menyaksikan yang hak mengingati Allah adalah wajib sebagaimana perintah-Nya: “Maka hendaklah kamu ingat kepada Allah sambil berdiri dan sambil duduk dan sambil (berbaring) atas rusuk-rusuk kamu” . (Surah Nisaa', ayat 103).
“Yang mengingati Allah sambil berdiri dan sambil duduk dan sambil berbaring dan memikirkan tentang kejadian langit-langit dan bumi (sambil berkata), ‘Wahai Tuhan kami, Engkau tidak jadikan (semua) ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau'” . (Surah Imraan, ayat 191).

Jumat, 23 September 2011

NABI MUHAMMAD SAW DAN IBLIS


Dialog Nabi Muhammad SAW dan Iblis

Al Quran telah menyampaikan kalam Illahi bahwa Rasulullah Muhammad saw adalah suri tauladan yang baik. Rasulullah Muhammad saw sebagai rahmatan lil ‘alamin, adalah utusan Allah swt yang bertugas untuk memperbaiki akhlak manusia. Tidak sekalipun pikiran beliau bekerja, melainkan untuk kebaikan umat. Tidak ada satupun perkataan yang keluar dari lisannya, melainkan untuk kemaslahatan umat. Tidak ada satupun perbuatan yang dilakukannya, melainkan untuk kemaslahatan umat. Segala kerja otak, lisan, dan perbuatan anggota tubuhnya adalah berdasarkan petunjuk Allah swt, sehingga bersih dari nafsu semata, dan kaya akan rahmat Allah swt.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzaab : 21)
Demikian Allah swt telah menegaskan bahwa Rasulullah saw adalah satu-satunya figur yang patut menjadi panutan. Beliaulah yang senantiasa memperjuangkan umat manusia dari cengkraman iblis laknatullah, yang merupakan musuh terbesar umat manusia.
“Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. Al A�raf : 16-17)
Demikianlah pernyataan langsung iblis terlaknat kepada Allah swt setelah mereka menolak perintah Allah swt untuk bersujud kepada Adam dan akhirnya diusir oleh Allah swt dari surga. Mulai saat itulah, iblis telah menjadi musuh terbesar, musuh bebuyutan bagi seluruh keturunan Adam.

Satu ketika, iblis telah diperintahkan oleh Allah swt untuk menemui Muhammad saw dalam keadaan hina dina dan dengan bersahaja. Allah swt juga memerintahkan iblis untuk berkata dengan jujur mengenai segala bentuk tipu muslihatnya untuk menjerumuskan keturunan Adam dan berkata dengan jujur dalam menjawab segala pertanyaan yang dilontarkan oleh Muhammad saw. Allah swt telah memperingatkan iblis bahwa jika ia berdusta sekali saja, maka Allah swt akan mengazabnya menjadi debu dan memuaskan musuh-musuhnya atas musibah yang menimpanya tersebut.

Berikut adalah dialog yang terjadi antara nabi Muhammad saw dengan iblis laknatullah, sebagaimana tertuang dalam Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyiddin Ibnu Arabi / Darul ‘Ilmi al-Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.
Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal ra. dari Ibn Abbas ra., ia berkata :

”Kami bersama Rasululah saw berada di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar: “Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku”.
Maka Nabi Muhammad saw bertanya kepada para sahabat :

”Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu?”

Para sahabat menjawab :
”Tentu Allah swt dan Rasul-Nya lebih mengetahui ”

Nabi Muhammad saw berkata :
“ia adalah Iblis yang terkutuk – semoga Allah senantiasa melaknatnya”

Umar bin Khattab ra. berkata :
”Ya, Rasulullah, apakah engkau mengijinkanku untuk membunuhnya?”

Nabi Muhammad saw berkata pelan:
”Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan?. Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan Allah swt. Pahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian! ”

Ibnu Abbas berkata :
“Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis masuk ke tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda, kedua kelopak matanya memanjang , kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya seperti bibir macan/kerbau”.
Dia berkata,
“Assalamu‘alaika ya Muhammad, assalamu‘alaikum ya jamaa’atal-muslimin”

Nabi SAW menjawab :
”Assamu lillah ya la’iin AKU telah mengetahui, engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai Iblis”

Iblis berkata :
”Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku sendiri, tetapi aku datang karena terpaksa .”

Muhammad saw berkata :
”Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini, wahai terlaknat?”

Iblis berkata :
”Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata kepada-ku ‘Sesungguhnya Allah swt menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad saw dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus memberitahu kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan rekayasamu terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang ditanyakan kepa-damu’. Allah swt bersabda, ”Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan musuhmu karena bencana yang menimpamu”. Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintah. Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku, niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku. Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku yang menimpa diriku”

Nabi Muhammad saw kemudian mulai bertanya :
”Jika kamu jujur, beritahukanlah kepadaku, siapakah orang yang paling kamu benci?”

Iblis menjawab :
”Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluk Allah swt yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu”

Muhammad saw :
”Siapa lagi yang kamu benci?”

Iblis :
”Anak muda yang takwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah swt”

Nabi Muhammad saw :
”Lalu siapa lagi?”

Iblis :
”Orang Alim dan Wara yang saya tahu, lagi penyabar”

Nabi Muhammad saw :
”Lalu, siapa lagi ?”

Iblis :
”Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan suci dari kotoran”

Nabi Muhammad saw :
”Lalu, siapa lagi?”

Iblis :
”Orang miskin yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya “

Nabi Muhammad saw :
”Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar?”

Iblis :
”Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada makhluk sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar “

Nabi Muhammad saw :
”Lalu, siapa lagi ?”

Iblis :
”Orang kaya yang bersyukur “

Nabi Muhammad saw bertanya :
”Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur?”

Iblis :
”Jika aku melihatnya mengambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal”

Nabi Muhammad saw :
”Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat?”

Iblis :
”Aku merasa panas dan gemetar”

Nabi Muhammad saw :
”Kenapa, wahai terlaknat?”

Iblis :
”Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat”

Nabi Muhammad saw :
”Jika mereka shaum (puasa)?”

Iblis :
”Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa”

Nabi Muhammad saw :
”Jika mereka menunaikan haji?”

Iblis :
”Saya menjadi gila”

Nabi Muhammad saw :
”Jika mereka membaca Al Quran?”

Iblis :
“Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api”

Nabi Muhammad saw :
”Jika mereka berzakat?”

Iblis :
”Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji/kapak dan memotongku menjadi dua”

Nabi Muhammad saw:
”Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?”

Iblis :
”Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang berzakat disenangi makhluk-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dengan api neraka. Keempat, dengan zakat, Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya”

Nabi Muhammad saw :
”Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?”

Iblis :
”Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah, dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa Islam”

Nabi Muhammad saw :
”Apa pendapatmu tentang Umar?”

Iblis :
”Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya”

Nabi Muhammad saw :
”Apa pendapatmu tentang Utsman?”

Iblis :
”Aku malu dengan orang yang para malaikat saja malu kepadanya”
.
Demikianlah Rasulullah saw telah mengorek keterangan dalam-dalam kepada iblis laknatullah. Semoga, dialog antara Rasulullah Muhammad saw dengan iblis yang banyak membongkar rahasia-rahasia iblis tersebut dapat menjadi ladang hikmah bagi kita semua. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dengan terus membentengi diri dari pengaruh-pengaruh iblis laknatullah, yaitu dengan terus ber-taqarrub kepada Allah swt. Amin.

Rabu, 20 Juli 2011

Rezeki



Rezeki mengejarmu lebih hebat
dari pada upayamu dalam mencarinya


Jangan pernah meresahkan masalah rezeki, sesungguhnya rezeki mengejarmu lebih hebat dari pada upayamu dalam mencarinya. Apabila engkau telah meperoleh rezekimu di hari ini, tidak perlu risau akan rezekimu untuk esok hari. Sebagaimana engkau meninggalkan hari kemarin, engkaupun tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok hari, apakah engkau akan hidup esok hari. Maka sibukkanlah dengan hari ini saja.. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

Rabu, 06 Juli 2011

Nabi Muhammad Saw dan Malaikat Jibril



Dialog Nabi Muhammad Saw dan Malaikat Jibril.

Di ceritakan Sayyidina Umar bin Khattab ra., beliau berkata:

“Pada suatu hari ketika kami bersama-sama Rasulullah saw, datang seorang laki-laki berpakaian putih dan rambut hitam, tetapi tidak tampak bahwa ia seorang musafir dan kami tidak seorangpun yang kenal dengan orang itu. Ia duduk berhadapan dengan Nabi dengan mengadu lututnya dengan lutut Nabi dan meletakkan tangannya di atas paha Nabi
Laki-laki itu bertanya: ‘Hai Muhammad, coba ceritakan kepadaku tentang Islam.’

Nabi menjawab:
‘Islam ialah, engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, engkau kerjakan sholat, engkau bayarkan zakat, engkau lakukan puasa Ramadhan, dan engkau naik haji kalau kuasa.’

Laki-laki itu menjawab:
‘Kamu benar.’ Kami heran, kata Umar bin Khattab. Ia bertanya dan ia pula yang membenarkan.Lalu ia bertanya lagi:‘Coba ceritakan tentang Iman!’

Nabi menjawab: ‘Iman ialah, engkau percaya kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Akhirat, dan percaya dengan takdir, baiknya takdir dan buruknya.’

Ia menjawab:
'Kamu benar.’

Ia bertanya lagi:
‘Ceritakan padaku tentang Ihsan!’

Nabi menjawab: ‘Ihsan adalah bahwasannya engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, bila engkau tidak dapat melihat-Nya, maka (yakinlah) bahwa sesungguhnya Ia melihat engkau.’

Ia bertanya lagi:
‘Kapan hari Qiamat?’

Nabi menjawab: ‘Yang bertanya lebih tau dari yang ditanya.’

Ia bertanya lagi:
'Coba ceritakan tandatandanya!’

Nabi Menjawab: ‘Kalau budak sudah melahirkan akan penghulunya dan kalau sudah bermegah-megah dengan rumah-rumah tinggi tinggi si penggembala kambing yang (sebelumnya)miskin.’Kemudian laki-laki itu berjalan pergi.Tidak lama kemudian Nabi bertanya kepada kami:‘Hai Umar. Tahukah engkau orang yang bertanya itu?’Jawab saya:‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’

Nabi menjelaskan:
‘Itulah Malaikat Jibril. Ia datang untuk mengajarkanmu agamamu.’


Semoga bermanfaat...
HR. Imam Bukhori dan Muslim

Senin, 20 Juni 2011

Nasihat Gus Dur



SYI-IR TANPO WATON
By. Gus Dur

Astagfirullah robbal baroya...
Astagfirulloh minal khootooya...
Robbi zidni 'ilmannaafii'a...
......Wawaffikni 'amalansoliha...

Yarosulalloh salammun'alaik...
Yaarofi'asaaniwaddaaroji...
'atfatayaji rotall 'aalami...
Yauhailaljuu diwaalkaromi...
Ngawiti ingsun nglaras syi’iran …. (aku memulai menembangkan syi’ir)
Kelawan muji maring Pengeran …. (dengan memuji kepada Tuhan)
Kang paring rohmat lan kenikmatan …. (yang memberi rohmat dan kenikmatan)
Rino wengine tanpo pitungan 2X …. (siang dan malamnya tanpa terhitung)
Duh bolo konco priyo wanito …. (wahai para teman pria dan wanita)
Ojo mung ngaji syareat bloko …. (jangan hanya belajar syari’at saja)
Gur pinter ndongeng nulis lan moco … (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)
Tembe mburine bakal sengsoro 2X …. (esok hari bakal sengsara)
Akeh kang apal Qur’an Haditse …. (banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)
Seneng ngafirke marang liyane …. (senang mengkafirkan kepada orang lain)
Kafire dewe dak digatekke …. (kafirnya sendiri tak dihiraukan)
Yen isih kotor ati akale 2X …. (jika masih kotor hati dan akalnya)
Gampang kabujuk nafsu angkoro …. (gampang terbujuk nafsu angkara)
Ing pepaese gebyare ndunyo …. (dalam hiasan gemerlapnya dunia)
Iri lan meri sugihe tonggo … (iri dan dengki kekayaan tetangga)
Mulo atine peteng lan nisto 2X … (maka hatinya gelap dan nista)
Ayo sedulur jo nglaleake …. (ayo saudara jangan melupakan)
Wajibe ngaji sak pranatane … (wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)
Nggo ngandelake iman tauhide … (untuk mempertebal iman tauhidnya)
Baguse sangu mulyo matine 2X …. (bagusnya bekal mulia matinya)
Kang aran sholeh bagus atine …. (Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)
Kerono mapan seri ngelmune … (karena mapan lengkap ilmunya)
Laku thoriqot lan ma’rifate …. (menjalankan tarekat dan ma’rifatnya)
Ugo haqiqot manjing rasane 2 X … (juga hakikat meresap rasanya)
Al Qur’an qodim wahyu minulyo … (Al Qur’an qodim wahyu mulia)
Tanpo tinulis biso diwoco … (tanpa ditulis bisa dibaca)
Iku wejangan guru waskito … (itulah petuah guru mumpuni)
Den tancepake ing jero dodo 2X … (ditancapkan di dalam dada)
Kumantil ati lan pikiran … (menempel di hati dan pikiran)
Mrasuk ing badan kabeh jeroan …. (merasuk dalam badan dan seluruh hati)
Mu’jizat Rosul dadi pedoman …. (mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman)
Minongko dalan manjinge iman 2 X … (sebagai sarana jalan masuknya iman)
Kelawan Alloh Kang Moho Suci … (Kepada Alloh Yang Maha Suci)
Kudu rangkulan rino lan wengi ….. (harus mendekatkan diri siang dan malam)
Ditirakati diriyadohi … (diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas)
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X … (dzikir dan suluk jangan sampai lupa)
Uripe ayem rumongso aman … (hidupnya tentram merasa aman)
Dununge roso tondo yen iman … (mantabnya rasa tandanya beriman)
Sabar narimo najan pas-pasan … (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)
Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X … (semua itu adalah takdir dari Tuhan)
Kelawan konco dulur lan tonggo … (terhadap teman, saudara dan tetangga)
Kang podho rukun ojo dursilo … (yang rukunlah jangan bertengkar)
Iku sunahe Rosul kang mulyo … (itu sunnahnya Rosul yang mulia)
Nabi Muhammad panutan kito 2x …. (Nabi Muhammad tauladan kita)
Ayo nglakoni sakabehane … (ayo jalani semuanya)
Alloh kang bakal ngangkat drajate … (Allah yang akan mengangkat derajatnya)
Senajan asor toto dhohire … (Walaupun rendah tampilan dhohirnya)
Ananging mulyo maqom drajate 2X … (namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah)
Lamun palastro ing pungkasane … (ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)
Ora kesasar roh lan sukmane … (tidak tersesat roh dan sukmanya)
Den gadang Alloh swargo manggone … (dirindukan Allah surga tempatnya)
Utuh mayite ugo ulese 2X … (utuh jasadnya juga kain kafannya)
اَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ * يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ * يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ
Semoga bermanfaat,

Sabtu, 14 Mei 2011

Antara Guru dan Murid

 

Syeikh Abdul Qadir berkata, ”Seorang Syeikh tidak dapat dikatakan mencapai puncak spiritual kecuali apabila 12 karakter berikut ini telah mendarah daging dalam dirinya.

1.    Dua karakter dari Allah yaitu dia menjadi seorang yang sattar (menutup aib) dan ghaffar (pemaaf).
2.    Dua karakter dari Rasulullah SAW yaitu penyayang dan lembut.
3.    Dua karakter dari Abu Bakar yaitu jujur dan dapat dipercaya.
4.    Dua karakter dari Umar yaitu amar ma’ruf nahi munkar.
5.    Dua karakter dari Utsman yaitu dermawan dan bangun (tahajjud) pada waktu orang lain sedang tidur.
6.    Dua karakter dari Ali yaitu alim (cerdas/intelek) dan pemberani.

Jalaludin Rumi tentang Taubat

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.
Begitulah caranya!
Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepada-Nya!
Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
karena Tuhan, dengan rahmat-Nya
akan tetap menerima mata uang palsumu!
Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah
menjadi sembilan puluh sembilan saja.
Begitulah caranya!
Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayolah datang, dan datanglah lagi!
Karena Tuhan telah berfirman:
"Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepada-Ku,
karena Aku-lah jalan itu."
 
Wallahu `alam, Semoga bermanfaat.